The Beautiful Princess and a Crow
Di suatu negeri yang makmur dan bahagia bernama Hawas, tinggalah sebuah Keluarga bangsawan yang terkenal akan kemurnian keluarganya. Mereka sampai – sampai dirumorkan merupakan sang pemurni sejati atau yang lebih akrab dikenal dengan Sang Bidadari dan Malaikat yang memberikan Keberkahan. Negeri tersebut selalu mempercayai keluarga tersebut. Keluarga “Suiden” sebenarnya jika dilihat di dalamnya terdapat sebuah masalah kecil. Yaitu putri dari keluarga tersebut, sama sekali belum pernah merasakan yang namanya, Jatuh cinta. Putri tersebut bernama, Suci. Namanya cantik yaitu bersih dan polos, but she really loves to tease and Flirt with other people from any gender.
People in the Hawas are very aware of this. Although how
hard they try to defeat Her in a Tease battle they always lose. This is why
Suci is not interested on falling in love, because no one have been impressing
her.
Until one day, She met a certain animal in the field of Farm
at that country.
“Huft....Tidak ada yang menarik..” Ujar Suci yang duduk di
sebuah tempat duduk di dekat pertanian tersebut.
Suci melihat ke arah sekitar, lalu sesuatu yang berwarna
hitam sangat menjadi pusat perhatian dari daerah yang hijau dan kuning
tersebut. Suci yang penasaran pun mendekati ke arah Sesuatu yang berwarna hitam
itu. Dan terlihat seekor gagak yang sedang mematuk matuk tanah.
“Ehh... Ngapain kamu disini..” Ujar Suci yang memiringkan
kepalanya dengan lugu.
Burung Gagak tersebut menghadap ke arah Suci dan menatap
ke arah Matanya.
“Hnghh, Apa maumu..” Tanya Suci terhadap Gagak tersebut.
Burung Gagak tersebut tiba – tiba mengeluarkan suaranya.
Suara nyaring seekor Gagak.
“Hnghh... ya sudahlah, Aku pergi aja~” Ujar Suci
berangkat dari jongkoknya.
Burung gagak tersebut menghadap ke arah Suci tersebut
lalu terbang ke bahunya Suci.
“Eh.... Jadi kamu ikut..? Hnghh... Yaudah tapi jangan
bertengger di bahuku, sakit...” Ujar Suci yang melepas Gagak tersebut untuk
terbang.
Gagak tersebut terbang dan mengikuti Suci pergi ke rumah
nya. Sesampainya di Kamar Suci, Burung Gagak tersebut bertengger di jendela
kamar tersebut. Suci yang telah memakai gaun Malamnya pun bersiap untuk tidur. Tetapi
kelihatannya Putri Hawas itu sama sekali belum dapat tertidur. Dia pun
membangun dirinya, terlihat Burung Gagak tadi masih bertengger di Jendela
tersebut menghadap ke arah langit malam.
Suci pun mendekati Gagak tersebut,
“Kamu belum tidur?~” Ujar Suci bertanya kepada Gagak
tersebut.
“Giggles, Aku lupa kamu hanya seekor gagak...”
Lanjut Suci yang tertawa kecil.
“Sigh, Sebenarnya...Kenapa tidak ada yang menarik
bagiku... Aku juga ingin merasakan hal hal yang menarik..” Ujar Suci yang
mengeluh.
“Hmm? Dunia sudah menarik kok~” Tiba – tiba suara lelaki
terdengar.
“Ehh? Siapa?” Ujar Suci dengan polos.
“Jahat sekali~ Padahal aku di sini di sampingmu...” Suara
lelaki tersebut berasal dari Burung gagak di depan Suci.
Tiba – tiba dengan magic, Burung Gagak berubah menjadi
seorang pria dengan Rambut hitam terang dan mata berwarna Merah. Lalu dia
berpakaian layaknya seorang Gentleman dan memakai topi fedora.
“Kamu siapa?..” Ujar Suci bertanya dengan lugu.
“Oooh? Aku bukan siapa – siapa kok, kebetulan Aku hanya
Gagak yang bertengger” Ujarnya dengan nada lembutnya.
“Hngh... Kenapa bisa begitu..?” Ujar Suci yang terlihat
kebingungan.
“Jadi ini Putri Hawas? Perkenalkan, Aku Crow~, aku
sebenarnya memiliki Tujuan untuk menculik mu... Karena aku berasal dari Negara
yang sedang berkonflik dengan Hawas..” Ujar Crow memperkenalkan diri.
“Ehh... Untuk apa menculikku, padahal aku hanyalah
seorang Putri yang tidak berguna..” Ujar Suci memberi tahu.
“Hmmm? Mungkin Tidak berguna bagi orang lain, tetapi bagi
ku berguna kok hehe..” Ujar Crow tertawa kecil.
Suci Pun memiringkan kepalanya dengan lugu,
“Apa maksudmu berguna? Berguna untuk kehidupan kita
berdua nanti kah?” Ujar Suci menjawab dengan Smooth.
“Hmmm?? Tidak kok, kamu berguna agar kelak menjadi
pasangan yang akan menjaga ku~” Ujar Crow Menjawab.
“Ehhh....” Ujar Suci yang terkejut.
“Ya sudahlah.. kita akan bertemu lagi lain kali~... Aku
hanya mengolok mu.. tetapi soal negara kita yang berperang itu benar...” Ujar
Crow menjelaskan.
Suci hanya terdiam mendengarkan pernyataan tersebut.
“Mungkin jika ku mau, aku bisa saja menyulikmu dan
mengurung mu” Ujar Crow yang mendekat ke arah Suci dan memegang ujung Rambutnya.
“Giggles, Tetapi kamu adalah putri yang
menarik.....” Lanjutnya menjawab.
“Jadi... apa maumu..?” Tanya Suci menatap ke arah Crow.
“Hm... Kita lihat saja di Pesta yang akan di adakan
kerajaan nanti...” Ujar Crow yang kembali berubah menjadi Burung Gagak dan
terbang pergi dari Kastil tersebut.
“Pesta dansa ya...” Gumam Suci yang memutuskan pun untuk
tertidur.
* * *
Keesokan harinya, Keluarga bangsawan dari Hawas sedang
menyusun suatu acara Pesta yang mengundang para bangsa – bangsa lain dalam
rangka perdamaian.
Suci terlihat telah mulai didandani dan dipakaikan sebuah
gaun yang indah berwarna putih. Suci sangat terlihat cantik dan imut. Pesta di
malam indah dan bulan bersinar.
Ayah dari Suci, sang Raja bernama Dio dan Ratu bernama
Karisu. Orang tua dari Suci. Mereka sebenarnya berharap anak tertua, Suci,
dapat menemukan Seorang pasangan di pesta kali ini.
Tetapi mereka tak berharap banyak, yang penting Suci
bahagia itu menurutnya.
Pesta tersebut telah mulai, Banyak sekali bangsawan –
bangsawan dari negeri lain datang saat itu. Mereka berpakaian rapi dan anggun
layaknya seorang bangsawan. Suci yang duduk di takhtanya bagian dimana keluarga
bangsawan Dari Hawas berkumpul. Sang Raja, Ratu, dan kedua adik Suci.
“hmm..” Batin Suci menunjukkan bahwa dia merasa
bosan.
“Kenapa Ci..? Bosan?” Tanya Karisu yang melihat ke arah
Suci.
“Hu um, gak ada kerjaan..” Ujar Suci menjawab.
“Yaudah sana coba main, huhu siapa tau ketemu..” Ujar
Karisu memberi saran.
“Hnghh... Okay~” Ujar Suci yang bangkit dari Takhtanya
dan berkeliling di Pesta tersebut.
Orang – orang sedang minum dan saling mengobrol. Suci
yang merasa out of place pun memutuskan untuk pergi ke balkoni.
Lagi lagi, ia menatap ke arah bulan yang begitu indah.
“Bulan oh bulan... Kenapa kamu tetap indah ketika laut
malam menyertaimu..” Gumamnya di balkoni tersebut.
“Hmm.... bukanya itu seperti dirimu.. Putih benderang dan
cantik berada di beberapa lautan manusia~” Tiba – tiba suara lelaki muncul dari
belakang Suci, itu Crow.
“Ehhh?” Suci menoleh tetapi tidak ada seorang pun di
sana. Ia kembali menatap rembulan dan terdapat Crow yang sedang melayang di
depannya.
“Aaah sihir..” Ujar Suci menghadap ke arah Crow.
“Haloo Mbakk~...” Ujar Crow menyapa dengan senyum.
Crow berhadapan dengan Suci dan mereka saling bertatapan.
Crow sudah lengkap dengan pakaian seperti seorang pangeran yang gentleman.
“Jadi.... kamu masih ingin melancarkan tujuan mu itu?”
Tanya Suci dengan lugunya.
“Wowowo...Slow down... semangat sekali ya.. kenapa? Dah
rindu huh? Giggles” Ujar Crow menjawab pertanyaan Suci.
“Yes, Aku memang rindu denganmu...” Ujar Suci sembari
memiringkan kepalanya
“Ooh? Well... Sekarang aku Di depanmu so... Tunjukkan
rasa rindu tersebut” Ujar Crow sembari memegang ujung rambut Suci.
“Aah..Bolehkah? Sekarang? Di tempat seperti ini..?” Ujar
Suci dengan polosnya.
“Kenapa tidak? Atau.... Kau malu?” Ujar Crow tersenyum
licik.
“Hnghh.. tentu saja tid-“ Perkataan Suci terpotong oleh
suara yang menyatakan bahwa Pesta dansa akan dimulai.
“Hmmm....Oh, Putri dari Hawas, Suci~ Maukah anda berdansa
dengan ku” Ujar Crow menawarkan tangan.
Suci melihat ke arah senyuman sombongnya yang bermakna,
“Jika kau tidak menerima ini, kau akan kalah..”
Suci yang merasa terganggu akan senyuman tersebut pun
menerima tangannya.
“Baiklah, Terima kasih Pangeran~..” Ujar Suci memaksakan
dirinya.
Mereka berdua pun memasuki ruang dansa dengan anggun.
Mereka lekas dengan instan menjadi pusat perhatian.
“Bukankah itu sang putri?”
“Siapa pria tersebut...?”
Bisikan demi bisikan terdengar.
Karisu merasa terkejut tetapi dia merasa senang anaknya
dapat ikut berdansa.
Dansa pun telah di mulai. Alunan lagu yang indah terputar
mengiringi tarian di pesta tersebut.
Mereka berdua menari dengan elegan, walau terlihat Suci
seperti ingin dengan sengaja menginjak kaki Crow.
“Ehh, Jangan galak – galak, Mbak.. Sepatu ku mahal lho~”
Ujar Crow berbicara sembari terus menari.
“Hmm? Biarin~” Ujar Suci Mengolok Crow.
Crow pun mulai mengambil lead dalam dansa tersebut. ia
mendominasi gerakan dansa tersebut. Suci yang tidak mau kalah ikut berusaha
mendominasi gerakan Crow.
Di mata para penonton, ini sangatlah indah dikarenakan
betapa kompaknya mereka berdua.
“Hmm, sekarang bagian penutupnya~” Ujar Crow yang mulai
menutupnya dengan sebuah pegangan tangan lalu melepasnya.
Mereka berdua menunduk memberikan salam dan menyelesaikan
dansa tersebut.
Semua orang bertepuk tangan atas hal yang mengagumkan
yang terjadi di hadapkan mereka.
“WOW! INDAH! Siapa nama mu, Pangeran?” Ujar Dio bertanya.
“Ohh? Perkenalkan saya yang mulia, Saya Crow dari Negeri
Svart” Ujar Crow memperkenalkan diri dengan senyumnya.
“Aah.. Negeri Svart.. jadi kau adalah Pangeran Negeri
Svart ?” Ujar Dio menjawab.
“Iya Yang mulia...Aku disini diundang sesuai dengan
tujuan Pesta ini yaitu persatuan dan kedamaian..” Ujar Crow sekali lagi dengan
ramah kepada Yang Mulia Raja.
“Hmm.... Jujur saja ada benarnya...Lalu? Apa yang kau
inginkan?” Tanya Dio.
“Aku hanya ingin satu, yaitu kedamaian...” Ujar Crow
menjawab.
“Tetapi.... Setelah memikirkannya sekali lagi...
Kedamaian memang indah...Tetapi Putri yang mulia lebih indah” Lanjut Crow
Tersenyum licik.
“Huh? Apa maksudmu?” Tanya Dio kebingungan.
“.....Black Out...” Kata tersebut terucap oleh
Crow. Seketika Semua berubah gelap, seperti Mati lampu ( yes, Pad said “JE-GLEK”).
Tidak ada yang terlihat, suara, maupun indra peraba pun tidak ada yang terasa.
Poof
Situasi kembali normal, Dio yang merasa aneh dengan
kejadian tersebut menyadari sesuatu, Suci telah menghilang. Satu negeri merasa
panik dan bersiap untuk mencari Suci dan berangkat menuju Ke Negeri Svart.
Sementara itu di negeri Svart,
Suci terlihat tertidur di suatu ruangan,
“Ughh... Dimana aku...?” Ujar Suci yang memegang
kepalanya. Dia melihat ke sekitar, suasananya sangat berbeda dengan Pesta dansa
sebelumnya.
Suci yang sadar akan hal tersebut melihat ke arah pintu,
terlihat tidak ada siapapun di luar menjaga. Tetapi, Pintu tersebut terkunci.
Ia pun pergi ke arah jendela. Jendela tersebut tidak
terkunci, melihat ke bawah yang terlihat terlalu jauh. Suci memutuskan dalam
pakaian gaunnya untuk terjun.
“Fuhh... Here goes nothing.” Suci pun loncat dari jendela
tersebut dan mendarat ke sesuatu yang membuatnya tidak merasakan sakit.
“Ckckckck....baru saja ditinggal bentar..” Ujar Crow yang
menangkap Suci dengan kedua tangannya.
“Eh....Kenapa kau bisa disini...” Ujar Suci yang
bertanya.
“Harusnya itu pertanyaan ku....Gimana kau bisa terjun
dari lantai 3 untuk kabur huh...” Ujar Crow yang sembari menghembuskan napas.
“Hnghnn... lepaskan aku..” Ujar Suci yang meronta.
“Tidak secepat itu, Putri..” Ujar Crow yang mengendong
Suci hingga memasuki ruangan tadi lagi.
Suci yang merasa bosan duduk di tempat tidur yang ada
disitu.
“Ini aku ngapain disini... jadi ini alasan mu menculik
ku... hanya mengurung ku disini.” Ujar Suci yang merasa bosan.
“Kau belum tau yang sebenarnya putri, ku harap kau
bertahan sebentar lagi..” Ujar Crow yang menenangkan Suci.
“Apa maks-“ Tiba – tiba ucapan Suci terpotong oleh suara
kericuhan yang sedang terjadi.
“Apa...suara apa itu...” Ujar Suci yang terkejut.
“Hmm...? Itulah yang ku inginkan... suara ritme peperangan,
Requiem...” Ujar Crow menghadap ke luar jendela.
“Apa?!” Suci begitu terkejut. Peperangan antara persatuan
bangsa bangsa di Hawas Melawan negeri Svart.
Tiba – tiba masuklah seseorang lelaki,
“Apa maksud nya ini, Crow!” Ujar Pria tersebut. di lihat
mukanya Suci bisa sadar bahwa dia adalah seorang pemimpin Negeri Svart.
“Hmmm...apa ya...?” Ujar Crow yang pura – pura tidak
tahu.
“Rencana kita adalah menyerang dan menghancurkan Hawas
terlebih dahulu...tapi kenapa, Persatuan Bangsa – bangsa ikut dalam penyerangan
ini Crow!” Ujar Dirinya.
“I wonder too...Giggles” Ujar Crow tertawa kecil
dengan licik.
“Kau..Sialan!” Pria tersebut lantas menyerang Crow tetapi
dengan gesit Crow dapat menghindari serangan Pria tersebut.
Lalu membunuhnya dengan cepat.
“Selamat Jalan, Pemimpin kotor Svart...” Ujar Crow
mengucapkan salam perpisahan.
Suci yang melihat hal tersebut langsung bertanya, “kenapa
kau membunuhnya?..”
“Dia adalah seorang yang kotor...aku bahkan tidak percaya
aku memiliki darah yang sama dengan dia...” Ujar Crow dengan muka datarnya.
Suci menghembuskan napas, ia lalu mengambil sapu
tangannya dan mengelap tangan Crow.
“Hmm? Apa maksudnya ini..?” Ujar Crow terkejut.
“Tanganmu jadi kotor, tau... aku hanya membersihkannya
dari darah yang menurutmu kotor itu...” Ujar Suci sembari membersihkannya.
Crow terdiam dan tersenyum.
“Hmm? Well... maaf telah membuat situasi nya sedikit
berdarah.. Lalu kau tidak menyadari aku menggunakanmu untuk menghancurkan tanah
kelahiran ku sendiri?” Ujar Crow bertanya.
“Hnghh? Lagipula aku tidak masalah...buktinya kau
melindungi kok....” Ujar Suci.
“Melindungimu? Sejak kapan?” Ujar Crow tertawa
mendengarkan pernyataan tersebut.
“Sebenarnya ketika kau pertama kali membawa dan menyulik
ku ke sini, aku dapat mendengar apa yang kalian bicarakan secara tidak
sadar...lalu pada suatu momen aku mendengar kau berkata, ‘Jangan sentuh dia...dia
milikku’ Giggles” Ujar Suci menjelaskan.
Crow terkejut dan menggaruk kepalanya dengan tangan
kanannya menandakan dia tidak dapat menyalahkan perkataan Suci.
Tangan Crow yang dilumuri darah telah bersih,
“Wow.... kau benar – benar membersihkannya...” Ujar Crow.
“Mhmhm... Lagipula ini tangan yang akan mengurusku nanti
bukan?” Ujar Suci lagi – lagi berusaha mengolok Crow.
“Hmmm..? Jadi kau mau dengan aku yang kotor ini? Padahal
namamu adalah Suci tapi rupanya orangnya tidak suci ya...Giggles” Ujar
Crow tertawa licik
“HEH, GAK ADA YA...aku suci kok..” Ujar Suci dengan mata
memelas.
“Sure” Ujar Crow lagi – lagi tertawa.
Suara tempur sepertinya telah meredup kemungkinan
sebentar lagi akan berakhir.
“Nampaknya peperangan akan berakhir....” Ujar Crow yang
menunjukkan muka datarnya kembali.
“Jadi...? Apa yang akan kau lakukan..?” Tanya Suci.
“i will leave... i guess... are you still want to be with
me...?” Tanya Crow sebelum keluar dari pintu.
“.....hnghh....entahlah... Kau mau?” Tanya Suci yang
terlihat tidak yakin.
Crow pun mendekati ke arah Suci yang sedang duduk itu. Ia
pun berlutut dan memegang tangan Suci. Lalu mencium tangan Suci tersebut.
“Tentu saja, Apa pun demi sang putri.” Setelah mengatakan
hal tersebut, Crow yang merasa menang melakukan wink ke arah Suci.
“Sialan...Baiklah... aku akan menunggumu... jangan lama –
lama, ntar aku terlalu rindu kepadamu” Ujar Suci yang ikut dalam permainan Crow
tersebut.
“Baiklah, My lady..” Ujar Crow yang menghilang di
hadapan Suci.
Dengan begitu, pertempuran dimenangkan oleh sisi Hawas. Negeri
Penuh orang kotor Svart telah binasa dan menghilang dari sejarah.
* * *
Beberapa tahun kemudian, waktu pun telah berlalu.
Suci masih duduk termenung di tempat duduk di suatu taman
yang di sekitarnya terdapat ladang Tanaman Padi.
Tiba – tiba, datang seseorang mengucapkan sepatah kata ke
arah Suci.
“Hey, Putri... Ada tempat untuk duduk ?” Tanya nya
menemui Suci.
“Hngh.... tentu saja..” Ujar Suci tersenyum.
“Sedang minum apa?” Tanya nya yang memecah keheningan.
“Tentu saja Teh, lalu Beberapa manisan..” Ujar Suci
menjawab.
“Manisan huh....pantes, Kamu manis sekali Giggles”
Ujar Pria tersebut.
Mendengarkan tertawa kecil dan perkataan itu, Suci
langsung sadar bahwa itu adalah seseorang yang telah lama ia temui.
“Rindu denganku ?” Ujar Crow bertanya dan tersenyum
licik.
“Nggak” Jawab pendek Suci.
“Yhaa....Ya sudahlah, Aku pergi dulu.. salah orang
kayaknya..” Ujar Crow bangkit dari tempat duduknya.
“Ehh... nggak kok...Giggles” Ujar Suci yang
tersenyum.
“Ehhh beneran rindu toh...Giggles” Ujar Crow
kembali mengolok Suci.
“A........Iya..I miss you..” Ujar Suci tersenyum.
“Aaah... i see..”
Ujar Crow menjawab.
Crow pun menundukkan badannya di depan Suci.
“Kau tahu....aku menemukan ini di jalan...mungkin akan cocok
untukmu..” Ujar Crow yang mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya.
“Ooh...diem diem kamu romantik ya bawa Cincin...” Ujar
Suci tertawa kecil.
“Tentu saja tidak, ini cincin nemu kok..” Ujar Crow
Tersenyum licik.
“Yhaaa tapi kalo dari kamu gak papa” Balas Suci
tersenyum.
Crow pun memasangkan cincin tersebut kepada Suci.
“Jadi...ingat janji ku dulu?” Tanya Crow yang terlihat
begitu tenang.
“Tentu saja....” Ujar Suci tersenyum.
“Selamat datang kembali....Crow, Pangeranku..” Ujar Suci
menjawab.
“Oooh... senang untuk kembali, My lady, Suci..” Ujar Crow
tersenyum.
Dan mereka pun berbahagia selalu.
( TAMAT )
Maaf if it’s,
1. bad
2. cringe
3. annoy both Party
4. and the one who i wrote here in my fanfic
I’m really sorry uee
Komentar
Posting Komentar