RW #3

 What a day in a beautiful world. A place where people live. There is a lot of kind peoples. From the active to quiet, from the bad guy to a good guy. People feel and face that one thing inside them.

Me, My Name Karma. Seseorang yang memiliki rahasia unik. Aku memiliki seseorang yang tidak diketahui orang – orang. Aku adalah seseorang yang menyerap perasaan dua kali lipat lebih peka. Lalu imajinasi yang berlebihan membuat diriku seperti mempunyai seseorang tak kasat mata yang selalu menemaniku. Yang ku beri nama dia “Kira”.

Kira adalah sosok yang blak blakan, sedangkan aku adalah orang yang memilih untuk menyimpan buat diri sendiri.

Ketidaksamaan tersebut menghasilkan reaksi perpecahan ketika “Emotion” sedang di ambang tidak stabil.

“Kar! Why you not don’t this shit yet, You Stupid dumbass” Ujar Seseorang while throwing tantrum to me.

“Yo... Katakan, “kalo kamu mau kerjain sendiri lah. Gak bisa? Pantesan Bodoh..” Bisiknya di telinga ku.

Tetapi aku hanya terdiam sembari terdorong oleh Orang tersebut.

“Lagi – lagi... kenapa kamu hanya terdiam seperti itu, Kau semakin pengecut..” Ujar Dia pergi menghilang.

Aku hanya menggaruk kepalaku sendiri, lalu membangunkan diriku untuk pulang ke rumah.

Tidak ada sambutan hangat dari mereka, mereka tidak pernah memasukan diriku sedikit pun di kepala mereka.

Selalu saja, Aku bukan siapa – siapa di mata mereka.

Memasuki kamarku yang hanya berisi tempat tidur dengan bantal dan guling yang sangat nyaman.

Di sini aku selalu memulai sesi yang disebut sesi “Imajinasi” memasuki dunia dimana hanya diriku yang tahu. Bermain – main dengan orang yang ku buat diriku sendiri.

Aku di situ seperti karakter utama yang menyenangkan, orang – orang sedih yang berada di dunia tersebut selalu ku usahakan untuk menghibur dirinya.

Aku selalu menjadi seseorang yang paling bahagia di situ. Tidak, lebih ke sebagai seseorang yang sangat membantu.

“Terima Kasih Karrr..” Ujar mereka. Rasa syukur mereka atas keberadaan ku seperti sebuah hawa surga penyembuh rasa penatku.

Terbangun di pagi yang cerah. Aku langsung menyiapkan diri untuk pergi ke suatu tempat.

Kira yang tak nampak mengikutiku di sebelahku.

“Bagaimana menurutmu cuaca hari ini?” Tanya Kira yang berjalan di sebelahku.

“Hmm.. kemungkinan stabil, ada apa?” Tanyaku kembali.

“Tidak apa – apa, lalu bagaimana kondisi bateraimu ?” Ujar Kira lagi – lagi bertanya.

“Kemungkinan 100% baru ku cas kemarin” Ujar Ku menjelaskan.

“I see.....Well semangat untuk hari ini” Ujar Kira memberikan semangat.

“Yeah... thanks”

Aku hanya dapat menjalankan hari seperti biasa. Menjadi seseorang yang baik dan membantu orang lain.

Aku adalah orang pintar. Memiliki nilai stabil.

“Karr!” Teriak seseorang memanggil.

Dia adalah seorang perempuan. Sebenarnya aku telah suka padanya untuk waktu yang lama. Tetapi tidak pernah ku ucapkan karena menurutku....

Is Better to be a friend rather than destroying a glimmer of relationship.

Dia selalu meminta tolong kepada ku. And everytime she have shitpost stories she always come to me to tell it.

“Kenapa?” Tanyaku kepadanya.

“I need your help...” Ujarnya kepada ku.

“Whaa?” tanyaku.

“ingat tugas kelompok kita itu ? Nah buat bagian yang lain tinggal dikit mau tolong ketikin?” Ujar dia meminta tolong.

“Ooh.. boleh” Ujarku yang mulai menolong dia.

Setelah mengerjakan pekerjaan tersebut aku memberikannya kepada dirinya. dia begitu senang. Senyum nya membuat ku tersenyum juga. Tetapi......kejadian yang berbanding terbalik terjadi pada hari yang sama.

“HAH?! Apa? Karma Suka ama dia toh”

Setelah mengerjakan pekerjaan tadi, sebuah rumor yang menggelegar telah tersebarkan pada sekolah tersebut.

Berita bahwa aku menyukai dia yang menjadi teman baik ku untuk beberapa tahun lamanya.

“Yhaaa jadi selama ini dia cuman baik karena dia suka..”

“Aaah i see i see.”

Suasana runyam tersebut rupanya telah terdengar oleh orangnya langsung.

“Kar....begitu ya..?” Ujar dia dengan sedikit nada kecewa.

“Ngg-“ Sebelum mengucapkan dia memberitahu ku sesuatu.

“Maaf kar.... I already have a crush so please don’t chase me” Ujar nya memberitahuku.

Aku sudah tahu hal itu. Itulah alasannya aku tak pernah menganggumu.

Aku berusaha berbicara sekuat mungkin. Tetapi, dia hanya mengignore diriku. Akhirnya aku menyerah, tidak ada cara untuk memperbaikinya. Dinding hubungan yang susah payah ku bangun tersebut hancur lebur.

“I....Hate...My...Own feeling...” Ujar Ku yang sudah tidak memiliki energi lagi.

“How’s your day?” Tanya Kira yang menghampiriku di tempat tidur menangis.

“am...not fine..” Ujar ku dengan suara pelan.

Kira mendekati ku dan memberikan ku sebuah elusan kepala yang lembut.

“Bateraimu melemah tau...” Ujar Kira yang sambil mengelus ku terus.

“Aku.....Ah, mungkin di dunia tersebut aku bisa mengisi energi ku kembali!” Ujar Ku yang berpikir menemukan secercah harapan.

Semua itu adalah salah. Di sana, Aku seperti bukan siapa – siapa. Aku berteriak meminta memanggil orang – orang yang dekat dengan ku. Tetapi tidak ada yang menyahut. Lalu muncul 4 orang yang terdekar blak blakan membicarakan bahwa mereka ingin segera menghilang seperti orang lain.

Aku pun mendekati orang tersebut.

“Kenapa kalian ingin menghilang?” Tanya kepada ke-empat orang tersebut.

“Kami... tidak memiliki values untuk ada disini” Ujar mereka bersamaan

“Pasti ada kan? Aku.... aku tau pasti ada” Ujar ku menyakinkan mereka.

“Tidak ada harapan.... Lebih baik aku menghilang...”

“Aku tau susah... tetapi jika kalian menghilang aku yang akan kehilangan pertama..” Ujar Ku lagi – lagi membujuk mereka.

“Benarkah? Tetapi percuma..... Tetap saja. Lebih. Baik. Kami. Menghilang.” Ujar mereka lagi – lagi secara bersamaan.

Dadaku terasa sesak, aura negatif yang mereka pancarkan membuat ku tidak mulai sesak.

“Daripada hidup di dunia seperti ini bukannya lebih enak menghilang dengan indah...” Mereka berempat tiba – tiba berubah menjadi satu monster bayangan.

“Tidak....kalian tidak benar.... kalian berharga... setidaknya bagi ku... beneran.. tolong...” Ujar ku dengan napas yang begitu berat.

“Awww....Terima kasih... tetapi itu tidak akan mengubah apapun....lebih baik kami menghilang” Ujar monster gelap tersebut.

“TIDAK! TIDAK! JANGAN TING- Sudah ku bilang.... Kalian sangat lah berharga. Dari lubuk hati ku terdalam. Aku tidak mau melihat mu sedih... aku ingin kalian bahagia, AKU RELA MENGORBANKAN SEGALANYA DEMI MELIHAT KALIAN BAHAGIA. Sehari tanpa kalian berkata hal tersebut...” Ujar Ku yang mulai merasakan sakit yang luar biasa di dadaku.

“Percuma.... Walau kau dapat mengorbankan dirimu... tetapi pada akhirnya.... Kami akan menghi-“

“CUKUP! TOLONG.... JANGAN PANCARKAN ENERGI NEGATIF LAGI SEPERTI ITU!!” Kata tersebut terceplos dari mulutku memecah dimensi tersebut menjadi sebuah putih bening.

“Tolong..... jangan menghilang dariku.... tolong....jangan mengignore diriku...tetapi selama kalian bahagia.... tidak apa apa... kalian tidak menanggapi ku, tidak Memikirkan ku... dan hanya mengejek ku.... asalkan kalian tidak mengeluarkan energi negatif itu aku akan sangat senang...” Ujar ku berteriak mengeluarkan air mata.

“Kau akhirnya mengatakan yang kau mau..” Ujar Kira mendekati ke arahku.

“....Hiks....aku... tidak mau melihat siapapun sedih... tetapi di sisi lain, sisi egois ku... Sisi jahat ku... aku ingin mereka selalu memberikan perhatian kepadaku... karena selama hidupku.... aku tidak pernah merasakan hal tersebut” Ujar ku sembari menangis.

Kira pun menghampiri aku yang tergeletak tersebut, ia pun menutup kedua mataku.

“Apa aku harus ikut meng-“ sebelum menyelesaikan perkataan tersebut tamparan dari Kira melayang ke arahku.

“Ingat pemikiranmu.... Jangan pernah menyebut menghilang dengan enteng..” Ujar Kira yang mulai duduk di sebelah ku.

“Ingat apa kata mu tadi soal ‘Aku akan merindukanmu lebih dari siapapun’..?” Tanya Kira kepadaku.

“I-iya..” Ujar ku yang mulai meringan.

“Orang lain yang pernah kau bantu PASTI setidaknya ada pikiran tentang mu... memang...aku tau... nyatanya.... tidak ada siapapun... yang benar – benar memikirkanmu setingkat dengan dirimu memikirkan mereka... bagiku Seseorang yang bahkan tidak nyata... Kau adalah seseorang yang sudah langka tetapi tidak dihargai..” Ujar Kira memberikan kata – kata yang benar – benar berharga bagiku.

“Ingat saja ini..... Kau jangan sampai merasa sedih... Biarkan kau menyerap energi sedih orang lain.. tetapi energi bahagia mereka juga merupakan berkah bagimu..” Lanjut Kira.

“Tetapi... ada saatnya bottled emotion will explode...” Ujar ku dengan lelah.

“Tidak apa – apa.... Menangislah di sini.. di mana tiada yang mendengarkan mu..” Ujar Kira sembari memberikan ku elusan di kepalaku.

Aku yang terbaring tersebut menutup kedua mataku dan tertidur.

Di paginya, routine seperti biasa ku lakukan dan berangkatlah aku ke sekolah.

Teman dekat ku mendekati ku dan memberi salam seperti biasa,

“Wow, What happen to you... Kau... gak pa pa?” Tanya dia.

Aku terdiam sebentar, lalu tersenyum ke arahnya.

“Aku tidak apa apa kok, bagaimana denganmu? Apa ada masalah?” Ujar Ku sembari tersenyum ke arah nya...

TAMAT

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RW #1

RW #2